Wednesday, 5 November 2014

The Deep Inside Me

Aku tahu sejak lama, tahu kalau itu bukan sekedar ekspektasi semata. Aku tahu, tetapi kalau kunyatakan, kalian akan menyangkal. Sebenarnya, untukku, kalian tidak perlu menyangkal. Karena, semakin kalian menyangkal, semakin aku sakit karena aku berpikir kalian telah berbohong.
Aku tidak bicara--tepatnya, jarang bicara secara langsung--karena aku tahu kalian akan tetap menyangkal. Pada akhirnya, begitulah aku bagi kalian, sesuai dengan ekspektasiku.
Di saat orang lain merasa mereka ada di posisi yang sama, aku hanya bisa mengatakan bahwa kenyataannya tak seperti itu. Saat mereka tetap bersikeras, sebenarnya aku sakit, tetapi aku tidak berani mengatakannya. Sakit, karena di saat mereka bercerita, aku tahu, sebenarnya aku ada posisi yang lebih bawah dari mereka.
Aku tidak berani mengatakan kesakitanku, karena bagi mereka, pada akhirnya, keluhanku juga hanya hal yang tak penting. Hal yang mengganggu, dan lebih pantas masuk ke tempat sampah sebelum tersimak oleh mereka.
Mungkin, kalian pikir, ini omong kosong. Kalian pikir, aku hanya berbohong saat mengatakan ini. Kalian pikir, aku hanya ingin menyalahkan kalian. Kalian pikir, tulisan ini ada hanya karena aku ingin mencari perhatian.
Ya, benar, aku ingin mencari perhatian, tetapi bukan mencari perhatian dalam maksud yang seperti yang kalian pikirkan. Aku hanya ingin mendapat perhatian kalian jika kalian membaca tulisan ini, hanya ketika kalian membaca tulisan ini, agar kalian tahu, kalau aku sakit saat kalian berbohong, secara sadar atau tidak sadar. Aku ingin kalian tahu, aku makhluk egois yang hanya bisa berpikir negatif, yang hanya bisa menuntut lebih tanpa melakukan apa pun. Karena itu, aku harap, kalian menjauh sebelum aku menjadi makhluk pengganggu untuk kalian.
Aku tidak bisa mengatakan hal ini secara langsung, karena memang aku tidak bisa berbicara dengan baik. Mengetik ini pun, entah aku berpikir berapa kali untuk menyusun kalimat yang benar dan sinkron. Kuharap kalian mengerti, kalau aku mengetik di sini bukan karena aku seorang pengecut yang tidak berani berbicara langsung. Tetapi, karena memang pribadiku bukan pribadi yang bisa berbicara.
Okay, kalau kalian tetap berpikir aku pengecut, kuakui, aku memang pengecut. Tetapi, setidaknya, aku berusaha menyatakan hal ini, walau kalian belum tentu membacanya. Aku hanya tidak ingin kalian menyesal.

No comments:

Post a Comment