Sunday, 8 November 2015

About One Kind of Introvert


Paham tidak, sih, kalau ada jenis introver yang ingin punya waktu tanpa memikirkan manusia lain dan bebas di luar kestresan? Ada yang mewajibkan mengontak saya setiap hari? Ada yang bilang kalau saya senang dipanggil berkali-kali saat tidak membalas? "Pacar" saya saja cukup mengerti jika saya tidak balas, dan ia tidak merasa chat dengan saya sebagai suatu kewajiban. Kalau ia mau dan sempat, baru mengontak. Kalau mengontak memang karena ada urusan tugas yang memang WAJIB dan/atau HARUS SAYA yang melakukan, itu berbeda kasus.

Maaf, saya bukannya mau menyinggung seseorang, orang lain, atau apa. Kalau kesinggung, ya, maaf. Memang post ini bahasanya menyinggung. Hanya saja saya lama-lama jadi kesal karena dianggap SANGAT BUTUH kehadiran orang lain dan TIDAK KEBERATAN DIPANGGIL berkali-kali. Iya, saya butuh orang lain, tetapi bukan dalam takaran setiap hari. Saya butuh seseorang setiap hari mungkin, tetapi itu bukan SEMUA orang. Dan, jangan berasumsi Anda adalah orang itu karena orang itu harus punya kategori TIDAK SAYA TEMUI DI DUNIA NYATA. Kenapa begitu? Pikir sendiri.

Intinya, tujuan post ini hanya supaya orang lain lebih mengerti saya karena kebetulan emosi saya sedang cocok untuk berani mempublikasi post seperti ini. Masih banyak yang ingin saya ucapkan, tapi saya rasa ini cukup. Malas kalau nantinya menyinggung orang dan nantinya membuat mereka berpikir saya marah terus mereka galau sendiri. Bukan GR, itu kenyataan berbukti. Sekian.

No comments:

Post a Comment